Delta Air Lines, Inc.

Delta Air Lines, Inc.

CIK 27904 · Lihat di SEC EDGAR ↗

Aktivis

Pengajuan SEC Pertama: 2 Juni 2026 · Terbaru: 2 Juni 2026

Di halaman ini

Delta Air Lines, Inc., adalah sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Atlanta, Georgia. Delta Air Lines melayani penerbangan domestik dan juga internasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Kepulauan Karibia. Pada bulan Desember 2006, Delta Air Lines akan menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang terbang dari/ke benua Afrika.

Baca selengkapnya

Delta Air Lines, Inc. (NYSE: DAL) (IATA: DL, ICAO: DAL) , adalah sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Atlanta, Georgia. Delta Air Lines melayani penerbangan domestik dan juga internasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, Timur Tengah dan Kepulauan Karibia. Pada bulan Desember 2006, Delta Air Lines akan menjadi satu-satunya perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang terbang dari/ke benua Afrika.

Penghubung utama sekaligus pusat Delta Air Lines terletak di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, yang merupakan bandara tersibuk di dunia. Selain itu, Delta Airlines juga mempunyai bandara penghubung lainnya, di antaranya adalah Bandara Internasional Cincinnati/Northern Kentucky, Bandara Internasional John F. Kennedy dan Bandara Internasional Salt Lake City. Delta Air Lines juga mempunyai sejumlah penerbangan domestik dalam jumlah yang besar di Bandara Internasional Boston-Logan, Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Bandara Internasinoal McCarran Las Vegas, Bandara Internasional Orlando, Bandara Internasional Raleigh-Durham, Bandara Internasional Tampa dan Bandara Nasional Ronald Reagan Washington D.C. Delta Air Lines juga mempunyai sebuah kota fokus yang sedang berkembang, yaitu Los Angeles.

Sejarah

Delta Air Lines didirikan oleh Huff Daland Dusters pada tahun 1924. Empat tahun kemudian, pada tahun 1928, Delta dibeli oleh Collett E. Woolman. Nama Delta berubah menjadi Delta Air Service.

1970-an dan 1980-an

Pada era 70-an, Delta mengoperasikan 5 buah Boeing 747-100 pada rute-rute sibuk dan jarak jauh. Namun, karena dianggap tidak ekonomis untuk kebutuhan Delta, pesawat Boeing 747 kemudian dijual ke Pan Am dan digantikan Lockheed TriStar, yang menjadi tulang punggung maskapai ini hingga awal tahun 2000-an.

Pada tahun 1972, Delta membeli Northeast Airlines, sebagai cara untuk menguatkan posisinya di bagian timur laut Amerika Serikat.

Pada tahun 1973, Delta mengoperasikan Lockheed TriStar.

Delta meluncurkan program frequent flyernya pada tahun 1981 dan berubah menjadi SkyMiles pada tahun 1985. Delta Connection diluncurkan pada tahun 1984 untuk melayani rute-rute dekat dan kurang padat.

Tahun 1986, maskapai ini membeli Western Airlines, memensiunkan merek Western.

1990-an

Selama pada era 90-an, Delta berhasil beroperasi dari Portland ke berbagai macam tujuan di Asia, seperti Bangkok, Tokyo, Fukuoka, Nagoya, Hong Kong, Taipei dan Seoul. Tetapi saat ini, hanya satu rute yang tersisa, yaitu dari Atlanta ke Tokyo. Semua penerbangan ke Asia dari Portland sudah diberhentikan. Maskapai ini juga berekspansi besar-besaran ke Eropa dengan membeli hampir semua hak-hak rute Eropa milik Pan Am setelah Pan Am bangkrut tahun 1991.

Pada tahun 1990, Delta menjadi perusahaan penerbangan Amerika Serikat pertama yang mengoperasikan McDonnell Douglas MD-11. Total Delta mengoperasikan 15 MD-11.

2000-an

Pada tahun 2000, Delta Air Lines membuat suatu aliansi penerbangan internasional yang diberi nama SkyTeam, bersama dengan Aeroméxico, Air France dan Korean Air.

Pada awal dekade ini juga, Delta meremajakan armadanya dengan memensiunkan Lockheed TriStar dan McDonnell Douglas MD-11 dan menggantikannya dengan Boeing 767-400ER. Juga memensiunkan Boeing 727 tahun 2003 dan Boeing 737-200 tahun 2006. Pada awal dekade ini pula maskapai ini juga membeli Boeing 737-800 sebagai pengganti 727. Delta memutuskan menstandardisasi armadanya dengan pesawat mesin ganda (twinjet) untuk efisiensi operasi dan perawatan.

Pada tahun 2005, Delta mengisi proteksi Chapter 11 Bankruptcy untuk pertama kalinya (bersama dengan beberapa maskapai AS lainnya seperti United Airlines, Northwest Airlines, dan Continental Airlines). Proteksi tersebut mencegah Delta dari kebangkrutan. Tahun 2007 Delta berhasil keluar dari kebangkrutan.

Tahun 2009, maskapai ini merger dengan Northwest Airlines, mempertahankan merek Delta.

Penghubung

Penghubung Saat Ini

Delta memiliki sepuluh penghubung di Amerika Serikat dan tiga penghubung di luar negeri. Delta tercatat berhasil mengangkut penumpang lebih banyak daripada maskapai lainnya di Bandara Hartsfield–Jackson Atlanta, Bandara Cincinnati/Northern Kentucky, Bandara Detroit Metropolitan Wayne County, Bandara Los Angeles, Bandara Minneapolis-St. Paul, Bandara John F. Kennedy, Bandara LaGuardia, dan Bandara Salt Lake City.

Bandara Amsterdam Schiphol – Satu dari dua penghubung Delta di Eropa. Schiphol menjadi penghubung Delta, karena Northwest Airlines (yang lalu bergabung dengan Delta) telah lama menjalin kerja sama dengan KLM.

Bandara Cincinnati/Northern Kentucky – Sebelum bergabung dengan Northwest Airlines, Cincinnati adalah penghubung Delta terbesar kedua. Namun sejak bergabung, penerbangan dari bandara ini dikurangi secara drastis, karena jaraknya yang dekat dengan penghubung Delta di Detroit. Delta juga menutup Comair.

Bandara Detroit Metropolitan Wayne County – Sebelumnya dimiliki oleh Northwest Airlines, Detroit adalah penghubung Delta terbesar kedua jika dilihat dari jumlah penerbangan dan ketiga jika dilihat dari jumlah penumpangnya. Detroit juga menjadi penghubung utama Delta di wilayah timur laut Amerika Serikat, untuk rute ke Asia.

Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta – Penghubung Delta terbesar, dan juga tempat untuk kantor pusat dan fasilitas perawatannya.

Bandara John F. Kennedy, New York City – Penghubung utama Delta untuk rute ke Eropa.

Bandara LaGuardia – Dibentuk sebagai hasil tukar slot dengan US Airways, penghubung ini melayani banyak rute domestik, dan juga ke Amerika Utara.

Bandara Logan - Menjadi penghubung Delta sejak paruh kedua abad ke-20. Pada tahun 2005, sebuah terminal baru dibangun di Logan, hanya untuk dipakai oleh Delta. Tetapi saat Delta bangkrut, mereka pun menyewakan 11 dari 22 gerbang di terminal tersebut, dan saat ini, Delta menempati 17 gerbang.

Bandara Los Angeles – Awalnya, Delta membongkar penghubung milik Western Airlines (yang diakuisisinya) di LAX pada pertengahan dekade 1990an, saat mereka memutuskan untuk memindahkan sebagian besar pesawat milik Western ke pesisir timur Amerika Serikat. Tetapi kemudian, Delta kembali membuka penghubung di LAX, untuk melayani penerbangan ke Meksiko, Florida, dan Hawaii. Hingga bulan Mei 2015, Delta berhasil menguasai 17.22% pangsa pasar di bandara ini dengan 139 keberangkatan ke Hawaii, Meksiko, Jepang, Guatemala, dan beberapa rute domestik. LAX juga menjadi penghubung utama Delta untuk rute ke Australia.

Bandara Minneapolis-Saint Paul – Penghubung Delta terbesar ketiga jika dilihat dari jumlah penerbangan dan kedua jika dilihat dari jumlah penumpang. Bandara ini dulunya adalah kantor pusat dari Northwest Airlines sebelum diakuisisi oleh Delta.

Bandara Narita, Tokyo – Dimiliki oleh Delta melalui akuisisi terhadap Northwest Airlines.

Bandara Paris-Charles de Gaulle – Dioperasikan bersama Air France, mitranya di aliansi SkyTeam partner

Bandara Salt Lake City – Dimiliki oleh Delta melalui akuisisi terhadap Western Airlines. Salt Lake City adalah penghubung Delta terbesar keempat.

Bandara Seattle-Tacoma – Delta mengumumkan dimulainya operasi penghubung ini pada tanggal 17 Juni 2014, bersamaan dengan peluncuran rute barunya dari Seattle ke Hong Kong. Seattle menjadi penghubung utama Delta untuk rute ke Asia. Walaupun begitu, ekspansi Delta ini sempat menimbulkan gesekan dengan Alaska Airlines.

Berikut statistik jumlah keberangkatan Delta di penghubung-penghubungnya, hingga bulan Maret 2016.

Penghubung Terdahulu

Bandara O'Hare – Delta mengoperasikan sebuah penghubung kecil di bandara ini hingga awal dekade 1990an.

Bandara Dallas/Fort Worth – Delta sebelumnya pernah mengoperasikan hingga lebih dari 200 penerbangan dari DFW. Bahkan, Dallas pernah menjadi penghubung Delta terbesar ketiga, di belakang Atlanta dan Cincinnati. Tetapi, pada bulan Februari 2005, Delta resmi menutup penghubungnya disini, karena kompetisi yang terlalu ketat dengan American Airlines, di mana Dallas adalah penghubung terbesar mereka.

Bandara Frankfurt – Dimiliki oleh Delta melalui akusisi terhadap Pan Am, Delta menutup penghubung ini pada tahun 1997.

Bandara Memphis – Sebenarnya Delta telah menutup penghubungnya disini, namun akhirnya kembali diaktifkan akibat penggabungannya dengan Northwest. Pada tanggal 3 September 2013, Delta mengurangi penerbangannya dari Memphis, hingga hanya 60 penerbangan per hari. Pada bulan Desember 2014, penerbangan dari bandara ini kembali dikurangi menjadi hanya 25 penerbangan per hari, dan status penghubung juga resmi dicabut.

Bandara Orlando – Delta membangun penghubungnya di sini bersama dengan Comair pada pertengahan dekade 1980an. Orlando pun juga menjadi penghubung untuk Delta Express dan Song, sebelum akhirnya Delta menarik diri dari bandara ini pada pertengahan dekade 2000an.

Bandara Portland – Delta membangun penghubungnya di Portland pada akhir dekade 1980an untuk menegaskan kehadirannya di pasar penerbangan ke Asia. Namun, penerbangan di bandara ini lalu dikurangi sedikit demi sedikit karena adanya resesi ekonomi di Jepang dan Korea, sehingga penghubung ini resmi ditutup pada tahun 2001.

Merek Dagang

Delta mempunyai dua merek dagang yang beroperasi hingga saat ini, yaitu:

Delta, yang merupakan merek dagang utama, yang melayani penerbangan berjarak jauh, sibuk dan internasional.

Delta Connection, mengoperasikan penerbangan jarak dekat dan kurang padat dengan pesawat-pesawat regional. Delta Connection sendiri sebenarnya bukan pihak yang mengoperasikan penerbangan tersebut. Perusahaan yang mengoperasikan penerbangan tersebut adalah:

SkyWest

Air Midwest

Atlantic Southeast Airlines

Comair

Chautauqua Airlines

Freedom Airlines

Shuttle America

Mesaba Airlines

Compass Airlines

Delta Shuttle, mengoperasikan penerbangan antara Boston, New York, dan Washington D.C., dengan konfigurasi pesawat satu kelas menggunakan McDonnell Douglas MD-88.

Delta juga sempat mempunyai dua merek dagang lainnya, tetapi saat ini sudah berhenti beroperasi, yaitu:

Delta Express adalah merek dagang dari Delta yang beroperasi sejak bulan Oktober 1996 untuk bersaing dengan perusahan low-cost carrier lainnya pada tujuan-tujuan liburan. Bandara penghubung Delta Express adalah Bandara Internasional Orlando. Delta Express berhenti beroperasi pada November 2003 setelah digantikan oleh Song.

Song adalah merek dagang dari Delta yang bersaing secara langsung dengan JetBlue Airways dari bandara penghubung yang sama, yaitu Bandara Internasional John F. Kennedy. Setelah mengalami problem finansial, Song dikembalikan ke merek dagang utama Delta pada 1 Mei 2006.

Destinasi

Destinasi

Delta dan mitra aliansinya di seluruh dunia mengoperasikan lebih dari 15.000 penerbangan per hari. Delta adalah satu-satunya maskapai AS yang terbang ke Dakar dan Kopenhagen.

Pada Maret 2020, Delta menangguhkan semua penerbangan ke benua Eropa selama 30 hari, dan memotong 40% dari kapasitasnya.

Perjanjian codeshare

Delta adalah anggota aliansi SkyTeam dan memiliki perjanjian codeshare dengan maskapai berikut:

Armada

Armada saat ini

Delta Air Lines mengoperasikan 850 pesawat komersial, menjadikannya armada maskapai penerbangan terbesar ketiga di dunia. Per Februari 2022, armada Delta Air Lines terdiri dari pesawat berikut:

Galeri

Insiden

Pada Senin 17 Februari 2025, terjadi insiden penerbangan Delta Air Lines dengan nomor penerbangan 4819, pesawat yang digunakan berjenis CRJ-900 dan dioperasikan oleh Endeavor Air, anak perusahaan Delta Air Lines. Pesawat tersebut berangkat dari Minneapolis menuju Toronto. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan terbalik di Bandar Udara Internasional Pearson Toronto, Toronto, Kanada.

Lihat pula

Delta Connection

Referensi

Pranala luar

Delta Air Lines

Opini Penumpang Delta Air Lines dalam Bahasa Inggris

Sumber: Wikipedia, CC BY-SA 4.0 · Lihat di Wikipedia ↗

Wikidata ↗

Institusi

Lihat portofolio 13F

Orang Dalam di

Transaksi orang dalam

0 beli (P) 0 jual (S) Bersih: $0 + 12 transaksi non-pasar di bawah 12 bulan terakhir, berdasarkan transaksi yang ditunjukkan di bawah ini

Perubahan harga vs kuotasi saat ini, disesuaikan split untuk aksi korporasi sejak pengajuan — tidak dibenchmark, tidak diannualisasi, tidak dibobot berdasarkan ukuran

12 pengajuan lain disembunyikan
Tanggal Ticker Kode Saham Harga Nilai Dimiliki setelah Δ milik A/D vs sekarang
12 Nov. 2004 DAL S 5.206.897 $27,50 $143.189.668 0 Langsung -100,00% Dilepas 198,6% (harga per 2026-08-21)

P = Pembelian pasar terbuka · S = Penjualan · A = Hibah/penghargaan · B = Pelaksanaan opsi · G = Hadiah · F = Pemotongan pajak

Transaksi orang dalam bukan merupakan rekomendasi; penjualan sering kali didorong oleh alasan likuiditas atau pajak.

Kepemilikan Derivatif (Formulir 4 Tabel II)

Opsi, RSU, dan sekuritas konversi yang dilaporkan pada Formulir 4 Tabel II.

Tanggal Ticker Sekuritas Underlying Harga Pelaksanaan Kedaluwarsa Saham A/D
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (675.000) $12,35 1 Juni 2014 675.000 Dilepas
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (675.000) $12,35 2 Juni 2014 675.000 Dilepas
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (324.000) $13,00 7 Feb. 2013 324.000 Dilepas
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (135.000) $12,35 1 Okt. 2013 135.000 Dilepas
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (216.000) $12,35 14 Maret 2004 216.000 Dilepas
22 Des. 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (960.000) $11,60 22 Des. 2014 960.000 Diakuisisi
12 Nov. 2004 DAL Series B-DL Common Stock Class A Common Stock (5.206.897) 5.206.897 Dilepas
2 Juni 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (480.000) $12,35 10 Maret 2014 480.000 Diakuisisi
2 Juni 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (300.000) $12,35 1 Okt. 2013 300.000 Diakuisisi
2 Juni 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (720.000) $13,00 7 Feb. 2013 720.000 Diakuisisi
2 Juni 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy) Common Stock (1.500.000) $12,35 1 Juni 2014 1.500.000 Diakuisisi

Harga pelaksanaan/konversi kosong jika tidak berlaku (misalnya, RSU).

Kepemilikan Awal (Formulir 3) 13 saham

Sekuritas yang dipegang saat pertama kali menjadi orang dalam, sesuai Formulir 3 SEC.

Tanggal Ticker Sekuritas Saham Kepemilikan
3 Des. 2025 DAL Common Stock 6.770.601 Langsung
22 Juli 2021 DAL Class A Common Stock 52.000.995 Langsung
22 Juli 2021 DAL Earnout Shares→ Class A Common Stock (2.308.546) 2.308.546 Langsung
30 Juni 2021 DAL Class C common stock [F1,F2,F3] 8.277.958 Langsung
30 Juni 2021 DAL Non-voting common units of Alclear Holdings, LLC→ Class A common stock (8.277.958) 8.277.958 Langsung
26 Mei 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy)→ Common Stock (1.500.000) 1.500.000 Langsung
26 Mei 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy)→ Common Stock (1.500.000) 1.500.000 Langsung
26 Mei 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy)→ Common Stock (720.000) 720.000 Langsung
26 Mei 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy)→ Common Stock (300.000) 300.000 Langsung
26 Mei 2004 DAL Common Stock Warrant (Right to Buy)→ Common Stock (480.000) 480.000 Langsung
16 Des. 2003 DAL Series B- DL Common Stock→ Class A Common Stock (1.250) 1.250 Tidak Langsung
16 Des. 2003 DAL Class A LLC Units [F6]→ See Footnote [F4] Tidak Langsung
16 Des. 2003 DAL Class B LLC Units [F6]→ Class A Common Stock or Series B- DL Common Stock (111) 111 Tidak Langsung